Wednesday, 25 May 2016

Poligami, Sebuah Anekdot

Inilah Jawaban Cerdas Seorang Istri Ketika Suaminya Meminta Izin Poligami. Para Istri Wajib Baca
Ada sebagian kaum laki-laki Muslim ingin melaksanakan poligami (mempunyai istri lebih dari satu). Alasan kuat poligami ialah untuk mengikuti Sunnah Rasul. Seperti kita tebak, sang istri tidak akan siap mendengar keinginan dari suaminya tersebut, terlebih bila perempuan yang dimadu lebih muda dan lebih cantik dari dirinya sendiri.
Kisah ini dialami oleh ustadz muda yaitu ustadz Bangun Samudra. Ia pernah mencoba merayu istrinya supaya membolehkan poligami. Namun, apa jawaban istrinya ? Simak kisahnya berikut ini.
Ilustrasi
“Jeng, kalau Mas menikah lagi boleh?” tanyanya kepada Istri.
“Ndak boleh”
“Lho kenapa?” Lalu Ustadz Bangun Samudra pun membukakan Al Qur’an. Mantan pastor itu membukakan surat An Nisa’ yang artinya : ”Dan jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (apabila engkau menikahinya), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang engkau sukai: dua, tiga atau empat. Kemudian jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja” (QS. An Nisa’ : 3)
“Kalau engkau melarang poligami berarti melanggar firman Allah”
“Lalu Mas menikah untuk apa?”
“Sunnah Rasul. Ibadah”
“Mas, kalau Mas memang betul-betul menjalankan sunnah Rasul dan betul-betul untuk ibadah Mas, tak siapkan dua istri”
Ustadz Bangun Samudra sangat kaget dengan jawaban ini. “Kapan ta’aruf?” tanyanya tidak sabar.
“Nanti sore siap” Jawaban ini lebih mengagetkan lagi. Maka sorenya, ia pun berdandan rapi.
Sore harinya, sang istri menepati janji. Ia mengajak Ustadz Bangun Samudra pergi ke sebuah rumah. Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan. “Kenalkan Mas, ini Mbah Darmi. Janda. Usianya 75 tahun”
“Lho, ini?”
“Iya Mas. Janda. Berapa kitab hadits sudah Mas baca sejak masuk Islam sampai hari ini?” Ustadz Bangun Samudra terdiam. Ia telah membaca 15 kitab hadits. Mulai Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasa’i hingga Hakim. “Siapa istri muda dari Rasulullah?”
“Aisyah”
“Sebelumnya?”
“Saudah”
“Usianya?”
“69 tahun”
“Status?”
“Janda”
Istri Ustadz Bangun Samudra tahu persis jika suaminya sudah tahu bahwa semua istri Nabi janda dan berusia tua ketika dinikahi beliau. Hanya Aisyah yang masih gadis. Dan semua pernikahan itu pun karena ibadah, dakwah dan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Calon kedua yang hendak ditaarufkan kepada Ustadz Bangun Samudra juga seorang janda lanjut usia. Akhirnya keinginan poligami itu pun kandas oleh kata-kata pamungkas istrinya.
“Istri Rasul semuanya janda dan tua, Mas. Jadi kalau Mas mau mengikuti sunnah Rasul, aku rela Mas. Ini Mbah Darmi dan calon berikutnya Mbah To, usia 76 tahun.”
“Kalau begitu Mas menjalankan sunnah Rasul yang lainnya saja,” simpul Ustadz Bangun Samudra.
Sebagai pengingat bagi sahabat semua, berikut ini Nama-Nama Istri Baginda Rasulullah SAW dari usianya, status, kondisi, dan alasan Rasulullah SAW menikahinya.
1. Nama : Khadijah ra
Status : 2 kali janda
Usia Dinikahi : 40 thn
Usia Rasulullah : 25 thn
Kondisinya : Pengusaha, keturunan bangsawan, punya 4 anak dari pernikahan sebelumnya, memiliki 6 anak dari Rasulullah ...
Alasan : Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk islam, dan mendukung dakwah Nabi.
2. Nama : Aisyah ra
Status : gadis
Usia dinikahi : 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun)
Usia Rasulullah : 52 tahun
Kondisinya : Cantik, cerdas, putri
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.
Alasannya : Petunjuk Allah lewat mimpinya 3 malam berturut-turut bhw Rasulullah akan mengajarkan tentang kewanitaan kepada Aisyah, agar disampaikan kepada umatnya kelak. Aisyah ra banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat.
3. Nama : Saudah binti Zum’ah ra
Status : janda
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasulullah : 52 thn
Kondisi : Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasannya : Menjaga keimanan Saudah ra dari teror & gangguan kaum musyrikin.
4. Nama : Zainab Binti jahsyi ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 45 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Mantan isteri Zaid bin Haritsah ra.
Alasan : Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah. Sekaligus mencontohkan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab (kebiasaan masyarakat saat itu). Maka istrinya tetap bukan mahram untuk ayah angkatnya. Jadi boleh dinikahi.
5. Nama : Ummu Salamah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan : Perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.
6. Nama : Ummu Habibah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 47 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama jadi nashrani ...
Alasan : Untuk Menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.
7. Nama : Juwairiyyah bin Al-harits ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan : Petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan.
8. Nama : Shafiyah binti Hayyi ra
Status : 2 kali janda
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan : Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot & teror orang yahudi.
9. Nama : Maimunah Binti al-harits ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Alasan : Istri Rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir ...
10. Nama : Zainab binti Khuzaimah ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan : Petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.
11. Nama : Mariyah Al-Qibtiyah ra
Status : Gadis
Usia dinikahi : 25 thn
Usia Rasulullah : 59 tahun
Kondisi : Budak hadiah dari raja Muqauqis dari Mesir.
Alasan : Menikahi untuk memerdekakannya dari perbudakan dan menjaga keimanan Mariyah ra.
12. Nama : Hafsah binti Umar ra
Status : Janda
Usia dinikahi : 35 thn
Usia Rasulullah : 61 tahun
Kondisi : Putri sabahat Umar bin Khattab. Janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang uhud.
Alasan : Petunjuk Allah swt
Hikmah : Hafsah adalah wanita pertama yang hafal al Qur’an. Dinikahi oleh Rasulullah saw agar bisa menjaga keotentikan Al Qur'an dan mengajarkan pada muslimah.
Demikianlah sahabat khususnya bagi para istri jika ingin menjawab suami tentang keinginan poligami. Semoga bermanfaat.

Sumber : Hartina Anwarrudin, Facebook

Friday, 13 November 2015

Napak Tilas Kehidupan Rasulullah SAW Umur 40 s.d 63 Tahun

Status : Draft

Umur 40 – 43 tahun, beliau berda’wah secara tertutup hanya kepada keluarga dan kerabat dekat saja

Umur 43, beliau mulai da’wah secara terbuka setelah mendapat wahyu Al Hijr: 94, Firman Allah : Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

Umur 46 tahun, Nabi Saw mendapat kekuatan dalam da’wah dengan masuknya Hamzah dan Umar bin Khatab

Umur 50 tahun adalah tahun kesedihan karena wafatnya Khadijah dan pamannya Abu Thalib

Umur 51 tahun Nabi Saw diperjalankan Allah yang dikenal dengan Isra Mi’raj

Umur 53, Nabi Saw dan sebagian besar Umat Islam berhijrah ke Yatsrib. Penduduk Yatsrib menerima dengan baik Umat Islam dan Yatsrib berubah namanya menjadi Al Madinatul Munawaroh. Hijrah Nabi Saw ditetapkan sebagai awal tahun Hijriah

Umur 53 – 62 Masa kepemimpinan Rasulullah di Madinah dan umat Islam berkembang pesat. pada masa ini Allah mengizinkan Nabi Saw melakukan jalan perang untuk membela agama Allah. Beberapa perang pada masa ini adalah perang Badar, Uhud, Khandaq, Khaibar dan Mut’ah. Rasulullah Saw dan umat Islam berhasil menguasai kota Mekah

Umur 62 tahun, dimulailah ibadah haji yang dilakukan dengan tenang bebas dari gangguan orang yang menentang Nabi Saw yang dipimpin oleh Abu Bakar Ra.

Umur 63 tahun, Nabi Saw melakukan haji wada yaitu haji terakhir hingga kemudian beliau wafat pada hari dan tanggal yang sama ketika lahir yaitu 12 Rabiul awal tahun 11 Hijriah.

Referensi
  1. Belajar dari tahapan hidup Rasulullah Saw, https://perkarahati.wordpress.com/2014/04/11/belajar-dari-tahapan-hidup-rasulullah-saw/

Napak Tilas Kehidupan Rasulullah SAW Umur 25 s.d 40 Tahun

Status : Draft

Pada umur 35 tahun, saat restorasi ka’bah dilakukan akibat bencana banjir, terjadi konflik antar kabilah pada saat meletakkan hajar aswad. Akhirnya dipanggil Nabi Saw sebagai mediator. Nabi Saw kemudian membentangkan kain dan batu itu diletakkan diatas kain dan diangkat bersama-sama di setiap  sudut kain oleh para kabilah yang bertikai.

Menjelang umur 40 tahun, Nabi Saw banyak berkhalwat dan tempat yang disukai beliau adalah Gua Hira

Umur 40 tahun, turun wahyu pertama yang menjadikan beliau seorang Rasul

Referensi

  1.  Belajar dari tahapan hidup Rasulullah Saw, https://perkarahati.wordpress.com/2014/04/11/belajar-dari-tahapan-hidup-rasulullah-saw/

Napak Tilas Kehidupan Rasulullah SAW Umur 0 s.d 25 Tahun

Status : Draft

Umur 0-4 tahun. Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah (570 M) dari ibu Siti Aminah dan Ayah Abdullah  yang wafat saat Nabi Saw masih dalam kandungan. Masa itu adalah masa Jahiliah, penduduknya sebagian besar menyembah berhala. Setelah kelahiran seperti kebiasaan umumnya penduduk Mekah, Bayi Nabi Saw dititipkan kepada ibu susunya Halimah. Dalam masa penitipan itu, saat  berumur 3 tahun,  Nabi Saw mendapatkan peristiwa luar biasa dimana dadanya di belah oleh 2 malaikat yang mendatanginya.

Pada umur 6 tahun ibunya Siti Aminah wafat, beliau menjadi Yatim piatu dan diasuh kakeknya.

Pada Umur  8 tahun kakeknya yang sangat menyayangi beliau meninggal dunia, beliau dititipkan oleh pamannya Abu Thalib

Pada umur 12 tahun, Abu Thalib mengajak Nabi Saw mulai berdagang. Saat di Syam pamanya mendengar berita Bahira bahwa kemenakannya akan menjadi seorang nabi dan berpesan untuk menjaganya.

Pada umur 14 tahun sudah mengikuti perang pertamanya membantu para pamannya menghadapi musuh Quraish.

Pada umur 25 tahun, beliau dipercaya oleh Khadijah untuk menjalankan usaha dagangnya dan gelar Al Amin yang disematkan kepada beliau menarik perhatian Khadijah untuk menjadikan nabi Saw sebagai suaminya. Nabi Saw kemudian menikah dengan Siti Khadijah pada umur itu.

Referensi

  1.  Belajar dari tahapan hidup Rasulullah Saw, https://perkarahati.wordpress.com/2014/04/11/belajar-dari-tahapan-hidup-rasulullah-saw/
  2. Former Stanford dean shares the 8 skills everyone should have by age 18, http://www.businessinsider.com/former-stanford-dean-shares-the-8-skills-everyone-should-have-by-age-18-2016-4?IR=T&r=US&IR=T